Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Posted on

Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

Tata cara shalat witir 3 rakaat adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam. Shalat witir didirikan setelah shalat Isya dan sebelum waktu Subuh. Shalat witir terdiri dari tiga rakaat dan dikerjakan dengan cara dua rakaat pertama seperti shalat biasa, dan rakaat terakhir diakhiri dengan doa qunut.

Shalat witir memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Menjadi penyempurna shalat malam.
  • Menghapus dosa-dosa kecil.
  • Menolak bala dan malapetaka.
  • Mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Bagi umat Islam, mendirikan shalat witir sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Oleh karena itu, sangat baik jika kita membiasakan diri untuk mengerjakan shalat witir setiap malam.

tata cara shalat witir 3 rakaat

Tata cara shalat witir 3 rakaat merupakan bagian penting dalam ibadah shalat pada agama Islam. Berikut adalah 9 aspek penting terkait tata cara shalat witir 3 rakaat:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Rakaat pertama
  • Rakaat kedua
  • Rakaat ketiga
  • Doa qunut
  • Salam
  • Waktu pelaksanaan
  • Keutamaan

Tata cara shalat witir 3 rakaat diawali dengan niat di dalam hati, kemudian dilanjutkan dengan takbiratul ihram. Setelah itu, rakaat pertama dan kedua dikerjakan seperti shalat biasa. Pada rakaat ketiga, setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, dilanjutkan dengan doa qunut. Setelah doa qunut, dilanjutkan dengan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam. Shalat witir 3 rakaat dilaksanakan setelah shalat Isya dan sebelum waktu Subuh. Shalat witir memiliki banyak keutamaan, di antaranya menyempurnakan shalat malam, menghapus dosa-dosa kecil, menolak bala dan malapetaka, serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Niat

Niat merupakan salah satu rukun shalat yang sangat penting. Niat adalah menyengaja melakukan ibadah shalat dengan memenuhi syarat dan rukunnya. Dalam shalat witir, niat diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Niat shalat witir 3 rakaat adalah sebagai berikut:

“Saya niat shalat witir tiga rakaat sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat tersebut diucapkan dalam hati secara jelas dan tegas. Setelah mengucapkan niat, maka dilanjutkan dengan takbiratul ihram.

Niat sangat penting dalam shalat witir karena menjadi pembeda antara shalat witir dengan shalat lainnya. Niat juga menjadi penentu sah atau tidaknya shalat witir. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mengucapkan niat sebelum shalat witir.

Takbiratul ihram

Takbiratul ihram merupakan bacaan takbir yang diucapkan pada awal shalat. Takbiratul ihram berfungsi sebagai penanda dimulainya shalat dan menjadi rukun pertama dalam shalat.

  • Komponen Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram terdiri dari lafaz “Allahu Akbar”. Lafaz ini diucapkan dengan jelas dan tegas.

  • Cara Mengucapkan Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram diucapkan dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, kemudian meletakkannya di bawah dada.

  • Waktu Mengucapkan Takbiratul Ihram

    Takbiratul ihram diucapkan setelah niat di dalam hati.

  • Implikasi Takbiratul Ihram dalam Tata Cara Shalat Witir 3 Rakaat

    Takbiratul ihram merupakan rukun pertama dalam shalat witir 3 rakaat. Tanpa takbiratul ihram, shalat witir tidak dapat dimulai.

Takbiratul ihram memiliki makna yang sangat penting dalam shalat witir 3 rakaat. Takbiratul ihram menjadi penanda dimulainya shalat witir dan menjadi rukun pertama yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pastikan untuk mengucapkan takbiratul ihram dengan benar dan tepat waktu.

Rakaat Pertama

Rakaat pertama dalam tata cara shalat witir 3 rakaat memiliki peran yang sangat penting. Rakaat pertama menjadi dasar bagi rakaat-rakaat selanjutnya dan menjadi penentu sah atau tidaknya shalat witir.

Adapun tata cara rakaat pertama dalam shalat witir 3 rakaat adalah sebagai berikut:

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat.
  2. Mengucapkan takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca surah Al-Fatihah.
  5. Membaca surah pendek.
  6. Ruku.
  7. I’tidal.
  8. Sujud.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud yang kedua.
  11. Bangkit berdiri untuk rakaat kedua.

Dalam melaksanakan rakaat pertama, setiap gerakan dan bacaan harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan sunnah. Kesalahan dalam rakaat pertama dapat berakibat pada batalnya shalat witir.

Rakaat Kedua

Rakaat kedua dalam tata cara shalat witir 3 rakaat merupakan kelanjutan dari rakaat pertama dan memiliki peranan yang sangat penting. Rakaat kedua menjadi penentu sah atau tidaknya shalat witir dan menjadi dasar bagi rakaat ketiga.

Adapun tata cara rakaat kedua dalam shalat witir 3 rakaat adalah sebagai berikut:

  1. Bangkit berdiri dari rakaat pertama.
  2. Membaca surah Al-Fatihah.
  3. Membaca surah pendek.
  4. Ruku.
  5. I’tidal.
  6. Sujud.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud yang kedua.
  9. Duduk tasyahud akhir.

Dalam melaksanakan rakaat kedua, setiap gerakan dan bacaan harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan sunnah. Kesalahan dalam rakaat kedua dapat berakibat pada batalnya shalat witir.

Rakaat Ketiga

Rakaat ketiga dalam tata cara shalat witir 3 rakaat memiliki kedudukan yang sangat penting. Rakaat ketiga membedakan shalat witir dengan shalat-shalat lainnya dan menjadi penentu sah atau tidaknya shalat witir.

  • Doa Qunut

    Pada rakaat ketiga, setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, dilanjutkan dengan doa qunut. Doa qunut adalah doa yang dipanjatkan pada saat shalat witir dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Doa qunut dibaca dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu dan menghadap kiblat.

  • Ruku dan Sujud yang Panjang

    Setelah doa qunut, dilanjutkan dengan ruku’. Ruku pada rakaat ketiga dilakukan dengan lebih panjang dari pada ruku pada rakaat-rakaat sebelumnya. Setelah ruku’, dilanjutkan dengan sujud yang juga dilakukan dengan lebih panjang dari pada sujud pada rakaat-rakaat sebelumnya.

  • Duduk Tasyahud Akhir

    Setelah sujud yang kedua, dilanjutkan dengan duduk tasyahud akhir. Duduk tasyahud akhir dilakukan seperti pada shalat-shalat lainnya, yaitu dengan duduk di antara dua sujud dan membaca tasyahud.

  • Salam

    Setelah membaca tasyahud, dilanjutkan dengan salam. Salam dilakukan dengan memutar kepala ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Demikian tata cara rakaat ketiga dalam shalat witir 3 rakaat. Rakaat ketiga memiliki kedudukan yang sangat penting dan menjadi penentu sah atau tidaknya shalat witir. Oleh karena itu, pastikan untuk melaksanakan rakaat ketiga dengan benar dan sesuai dengan sunnah.

Doa Qunut

Doa qunut merupakan bagian penting dalam tata cara shalat witir 3 rakaat. Doa qunut dibaca pada rakaat ketiga setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek. Doa qunut memiliki keutamaan yang sangat besar dan menjadi pembeda antara shalat witir dengan shalat-shalat lainnya.

  • Komponen Doa Qunut

    Doa qunut terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

    1. Membaca ta’awudz (A’udzu billahi minasy syaithonir rajim).
    2. Membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim).
    3. Membaca pujian kepada Allah SWT.
    4. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
    5. Membaca doa permohonan kepada Allah SWT.
  • Waktu Membaca Doa Qunut

    Doa qunut dibaca pada rakaat ketiga setelah membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek.

  • Cara Membaca Doa Qunut

    Doa qunut dibaca dengan mengangkat kedua tangan setinggi bahu dan menghadap kiblat.

  • Keutamaan Doa Qunut

    Doa qunut memiliki keutamaan yang sangat besar, antara lain:

    1. Mendapat pahala yang besar.
    2. Terkabulnya doa.
    3. Terhindar dari bencana.
    4. Mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Demikian pembahasan tentang doa qunut dalam tata cara shalat witir 3 rakaat. Semoga bermanfaat.

Salam

Salam merupakan salah satu rukun shalat yang wajib dilakukan pada akhir shalat. Salam berfungsi sebagai tanda berakhirnya shalat dan menjadi syarat sahnya shalat.

  • Posisi Salam

    Salam diucapkan setelah selesai tasyahud akhir. Salam diucapkan dengan cara menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

  • Waktu Salam

    Salam diucapkan setelah selesai tasyahud akhir dan sebelum berdiri untuk mengerjakan shalat sunnah atau meninggalkan tempat shalat.

  • Cara Salam

    Salam diucapkan dengan jelas dan tegas. Sunnah mengucapkan salam dengan suara yang sedang, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan.

  • Keutamaan Salam

    Mengucapkan salam pada akhir shalat memiliki beberapa keutamaan, antara lain:

    1. Menjadi syarat sahnya shalat.
    2. Mendapat pahala yang besar.
    3. Terhindar dari gangguan setan.
    4. Mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Demikian pembahasan tentang salam dalam tata cara shalat witir 3 rakaat. Semoga bermanfaat.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan shalat witir memiliki kaitan yang erat dengan tata cara shalat witir 3 rakaat. Waktu pelaksanaan shalat witir yang tepat akan menentukan sah atau tidaknya shalat witir yang dikerjakan.

  • Waktu Awal

    Waktu awal pelaksanaan shalat witir adalah setelah shalat Isya.

  • Waktu Akhir

    Waktu akhir pelaksanaan shalat witir adalah sebelum masuk waktu shalat Subuh.

  • Waktu Utama

    Waktu utama pelaksanaan shalat witir adalah pada sepertiga malam terakhir.

  • Hukum Mengerjakan Shalat Witir di Luar Waktu

    Mengerjakan shalat witir di luar waktu yang telah ditentukan hukumnya makruh.

Dengan memahami waktu pelaksanaan shalat witir, kita dapat melaksanakan shalat witir dengan benar dan sesuai dengan sunnah. Hal ini penting karena shalat witir memiliki banyak keutamaan, di antaranya menyempurnakan shalat malam, menghapus dosa-dosa kecil, menolak bala dan malapetaka, serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Keutamaan

Keutamaan merupakan aspek yang sangat penting dalam tata cara shalat witir 3 rakaat. Shalat witir memiliki banyak keutamaan yang dapat diperoleh oleh umat Islam yang melaksanakannya dengan benar dan sesuai dengan sunnah.

  • Menyempurnakan Shalat Malam

    Shalat witir merupakan penyempurna shalat malam. Dengan melaksanakan shalat witir, maka shalat malam yang kita kerjakan akan menjadi lebih sempurna dan bernilai lebih di sisi Allah SWT.

  • Menghapus Dosa-Dosa Kecil

    Shalat witir juga memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan. Dengan melaksanakan shalat witir secara rutin, maka dosa-dosa kecil kita akan diampuni oleh Allah SWT.

  • Menolak Bala dan Malapetaka

    Shalat witir juga memiliki keutamaan dalam menolak bala dan malapetaka. Dengan melaksanakan shalat witir secara rutin, maka kita akan terhindar dari segala macam bencana dan malapetaka.

  • Mendapatkan Syafaat dari Rasulullah SAW

    Keutamaan shalat witir yang terakhir adalah mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Bagi umat Islam yang melaksanakan shalat witir secara rutin, maka mereka akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di akhirat nanti.

Demikianlah beberapa keutamaan shalat witir 3 rakaat. Semoga dengan mengetahui keutamaan-keutamaan tersebut, kita semua semakin semangat untuk melaksanakan shalat witir secara rutin dan sesuai dengan sunnah.

Kesimpulan

Shalat witir merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Tata cara shalat witir 3 rakaat meliputi niat, takbiratul ihram, rakaat pertama, rakaat kedua, rakaat ketiga, doa qunut, salam, waktu pelaksanaan, dan keutamaan. Dengan melaksanakan shalat witir secara rutin, kita dapat memperoleh berbagai keutamaan, seperti menyempurnakan shalat malam, menghapus dosa-dosa kecil, menolak bala dan malapetaka, serta mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk membiasakan diri melaksanakan shalat witir secara rutin dan sesuai dengan sunnah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *